oleh

Tips Mendidik Anak Agar Patuh pada Orang Tua

mendidik anak agar patuhApabila kita perhatikan, banyak sekali kasus tentang anak yang apabila diminta oleh orangtuanya untuk melakukan sesuatu maka ia enggan menuruti perkataan orangtuanya tersebut.  Ia akan bertindak seolah-olah tidak tahu atau tidak mendengar mereka.  Ia tidak mau peduli dan bahkan tidak mau sedikitpun ia beranjak dari aktivitas yang sedang dilakukannya. Tak sedikit orang tua yang pusing memikirkan bagaimana mendidik anak agar patuh pada orang tua.

Tips Mendidik Anak Agar Patuh pada Orang Tua

Hindari Meneriaki Anak

Memperhatikan sikap anak seperti di atas, tidak heran jika orangtua menjadi terpancing untuk berteriak dan mengulangi perintah tersebut dengan berulang-ulang.  Sikap anak yang tidak mau peduli dan tidak patuh seperti itu seringkali membuat orangtua menjadi naik pitam.  Orangtua menjadi marah dan jengkel karena mereka menganggap bahwa ia telah bersikap membangkang, tidak mau mendengarkan dan tidak mau patuh terhadap ucapan orangtua.

Introspeksi Orang Tua

Menanggapi sikap anak yang tidak patuh, hindarilah mencap anak sebagai  ‘si pembangkang’.  Lebih baik, lakukanlah terlebih dahulu introspeksi terhadap diri sendiri.  Sebab, boleh jadi anak bersikap seperti itu akibat meniru tingkah laku orangtua.  Cobalah bertanya pada diri sendiri, sudahkah kita sebagai orangtua bersikap baik kepadanya?  Misalnya, tidak berkata kasar ketika menghadapi suatu masalah, tidak mudah marah, dan tidak menyepelekan anak ketika ia memerlukan bantuan orangtua.

Jadilah Contoh yang Baik

Perlu orangtua sadari, bahwa setiap gerak-gerik dan ucapan orangtua sangat mempengaruhi perilaku anak.  Ia akan merekam dan mencontoh apa saja yang dilakukan atau diucapkan orangtua kepadanya.  Apabila orangtua telah mengubah cara pengasuhan kepada anak menjadi lebih baik.  Yaitu, memperlakukan anak dengan hormat dan mau mendengarkan curahan hati anak, apa yang sedang dirasakan anak.  Maka, langkah selanjutnya adalah orangtua harus memperketat batas tindakan.

Ucapan Hanya Satu Kali

Cara memperketat batas tindakan tersebut, di antaranya dengan menekankan kepada anak bahwa mulai saat ini orangtua hanya akan mengucapkan permintaan atau saran kepadanya hanya satu kali saja, tidak diulang-ulang.  Sebab, tindakan pengulangan tersebut seringkali diartikan oleh anak seperti permintaan yang belum serius.  Bahkan, sering membuat anak merasa bingung, ucapan yang ke berapa yang artinya serius harus segera ia lakukan.  Sampaikanlah kepadanya bahwa ketika ia diminta untuk melakukan sesuatu maka bersegeralah untuk melaksanakannya.  Atau, setidaknya ia harus merespon ucapan orangtuanya terlebih dahulu sebagai tanda bahwa ia mendengarkan ucapan orangtua.  Misalnya, katakan ‘ya’ atau ‘ tunggu, lima menit lagi ya…’  Dengan cara mengkomunikasikan aturan seperti itu maka anak akan belajar bersikap patuh kepada orangtuanya.

Cara seperti ini mampu Mendidik Anak Agar Patuh, orangtua tidak perlu lagi berteriak dan mengulang-ulang ucapan atau permintaan kepada anak.  Apabila sudah terjadi seperti itu, di antara orangtua dan anak akan tercipta sikap saling menghormati.  Kedua belah pihak sama-sama belajar untuk menjadi yang terbaik.  Maksudnya, orangtua belajar menjadi orangtua yang terbaik, begitu juga anak belajar menjadi anak yang terbaik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *