oleh

Salep Jerawat Ampuh di Apotik dan Harganya

Salep Jerawat Ampuh di Apotik dan HarganyaSalep jerawat ampuh di apotik dan harganya – Jerawat itu sangat mengganggu. Tidak hanya membuat minder, jerawat juga kadang bisa menimbulkan rasa sakit. Tapi tenang dulu. Menggunakan salep khusus jerawat bisa menjadi solusi terbaik agar wajah bersih bebas dari jerawat. Dari beberapa salep untuk jerawat yang ada di pasaran, manakah yang paling ampuh?

Inilah Salep Jerawat Ampuh di Apotik dan Harganya

Jenis salep yaitu obat luar yang digunakan langsung di oleskan ke area kulit. Beberapa salep jerawat ada yang di jual bebas dan juga ada yang wajib dibeli dengan menggunakan resep dokter. Jenis obat-obatan tertentu memang harus disertai dengan resep dokter untuk dikontrol cara pengunaannya, karena ada beberapa zat obat yang lebih kuat atau dosisnya lebih tinggi.

Memilih salep jerawat harus sangat teliti. Karena jika salah memilih salep, bisa jadi tidak cocok untuk menghilangkan jenis jerawat tertentu. Sementara jika pilihannya tepat, jerawat bisa diatasi dengan cepat dan mudah. Lalu jenis salep jerawat seperti apa sih yang paling bagus?

1. Salep jerawat yang mengandung benzoyl peroxide

Benzoyl PeroxideSalep obat jerawat yang ada kandungan benzoil peroksida bisa ditemukan di apotek, menggunakan resep dokter ataupun tidak. Benzoil peroksida yang menggunakan resep dokter biasanya mengandung dosis yang lebih tinggi.Harga dari salep ini berkisar antara Rp. 20.000,- sampai Rp. 80.000,- tergantung dosis dan apoteknya.

Benzoil peroxide bekerja membasmi bakteri yang menyebabkan jerawat serta membersihkan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori. Benzoyl peroksida juga bisa membantu mengurangi produksi minyak di wajah.

Bagi sebagian orang, benzoil peroksida dikenal sangat ampuh dan efektif membasmi jerawat dari yang ringan sampai yang sedang. Salep ini dapat digunakan secara sendiri, dan juga bisa di resepkan bersama dengan obat pembasmi jerawat yang lain, seperti eritromisin, adapalene dan clindamycin,.

Jika Anda memakai salep obat jerawat yang dari dokter, jangan menambahkan takarannya lebih dari yang diarahkan.Karena malah bisa membuat jerawat susah di hilangkan, dan bahkan bisa meningkatkan risiko seperti kulit kering dan mengelupas.

Mengobati jerawat dengan salep ini rata-rata membutuhkan waktu sekitar 10 mingguan, bisa kurang bisa lebih. Gunakan juga tabir surya setelah mengoleskan salep ini, terutama kalau akan bepergian ke luar rumah. Karena penggunaan benzoil peroksida menjadikan kulit lebih sensitiv terhadap sinar matahari.

Info selengkapnya : Klik disini

2. Salep Retinoid untuk jerawat

Salep Retinoid untuk jerawatObat Salep jerawat retinoid ini ada kandungan vitamin A yang bisa digunakan untuk menghilangkan komedo (blackhead maupun whitehead) dan untuk membasmi jerawat yang ringan sampai sedang.

Salep ini bekerja mengangkat sel kulit mati serta merangsang tumbuhnya sel kulit yang baru, mengurangi sebum atau produksi minyak di wajah, dan membantu membuka pori-pori yang tersumbat.

Retinoid merupakan obat jerawat yang wajib di beli dengan menggunakan resep dokter. Dosis dan aturan pakai juga harus mengikuti petunjuk dokter. Untuk harga berkisar antara Rp. 50.000,- sampai dengan Rp. 1.000.000,-, tergantung merek.

Salep jerawat ini memiliki beberapa turunan yaitu tazarotene, tretinoin dan adapalene dengan dosis yang berbeda. Salep obat jerawat yang ada kandungannya adapalene di percaya lebih efektif membasmi jerawat jika dibandingkan dengan tretinoin.

Akan tetapi, Anda harus memberitahu dokter jika saat ini Anda sedang menggunakan produk skincare atau obat jerawat jenis lain yang mengandung benzoyl peroxide. Tazarotene dan Tretinoin tidak boleh digunakan bersamaan dengan benzoil peroksida.

Salep retinoid ini bisa meningkatkan kulit menjadi sensitiv terhadap sinar sinar matahari, dengan efek samping iritasi, kemerahan dan kulit terasa terbakar sinar matahari. Namun jika dibanding turunan jenis retinoid lainnya, efek samping adapalene tergolong ringan  dibandingkan dengan tazarotene.

Untuk mengurangi risiko iritasi selama penggunaan retinoid, Anda bisa menggunakan tabir surya setiap kali akan luar rumah. Kenakan pakaian yang melindungi kulit wajah, seperti topi dan kacamata hitam. Hindari terkena sinar matahari langsung jika situasi diharuskan beraktivitas diluar ruangan.

Selengkapnya: Mengenal Salep Retinoid Untuk Jerawat

3. Salep antibiotik untuk jerawat

Salep antibiotik biasanya bekerja memperlambat pertumbuhan serta membunuh bakteri yang penyebab jerawat. Ada berbagai macam jenis salep antibiotik yang ada di pasaran, namun yang paling sering direkomendasikan oleh dokter untuk membasmi jerawat adalah erythromycin dan clindamycin. Ada juga Tetracycline, tapi sangat jarang diresepkan karena mempunyai efek samping yang dapat menyebabkan kulit menjadi kekuningan.

Membasmi jerawat menggunakan salep antibiotik bisa bekerja lebih baik jika dikombinasikan dengan pembasmi jerawat yang lain. Karena, antibiotik topikal bekerja lebih lambat untuk membasmi jerawat dibandingkan dengan salep jerawat lainnya. Salep antibiotik ini bisa digunakan bersamaan dengan, krim retinoid, benzoil peroksida, spironolactone, atau pil untuk kontrasepsi yang sering disebut dengan pil KB. Harga dari Salep antibiotik ini berkisar antara Rp. 50.000 sampai dengan Rp. 500.000,- tergantung merek nya.

Pengobatan jerawat dengan salep antibiotik topikal ini biasanya hanya di perbolehkan berlangsung 6-8 minggu. Jika melebihi dari waktu tersebut, dan jerawat belum juga sembuh, hentikan pemakaian karena bisa mengurangi resiko bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik.

Efek samping pemakaian salep antibiotik yang berupa iritasi juga harus Anda perhatikan, seperti kulit memerah dan mengelupas serta terasa panas seperti terbakar. Oleskan tabir surya setiap Anda akan ke luar rumah supaya minimalisir risiko selama pemakaian salep antibiotik.

4. Salep asam salisilat untuk jerawat

Salep jerawat ampuh di apotik dan harganya berikutnya adalah asam salisilat. Asam salisilat dapat membantu membersihkan sel-sel kulit mati dari folikel kulit, sehingga tetap menjaga pori-pori bersih dan mengurangi reaksi peradangan. Salep ini juga sangat efektif untuk membasmi komedo, mengurangi minyak berlebih pada wajah, dan benjolan akibat jerawat.

Anda dapat membeli salep jerawat yang ada kandungan asam salisilat dengan dosis antara dari 0,5 % hingga 2 % di apotek tanpa menggunakan resep dokter. Harganya berkisar antara Rp. 30.000,- sampai Rp. 400.000,- tergantung merek. Namun, untuk jerawat yang lebih parah, membutuhkan resep dokter.

Salep asam salisilat ini sangat jarang menimbulkan efek samping yang berbahaya. Tapi, jika mengalami efek samping seperti di bawah ini setelah penggunaan salep asam salisilat, sebaiknya konsultasi ke dokter:

  • Kulit terasa panas seperti terbakar.
  • Iritasi kemerahan, gatal-gatal.
  • Kulit menjadi kering.
  • Kulit mengelupas.

Oleskan salep hanya pada area yang berjerawat sesuai dengan arahan dokter.

5. Salep dengan kandungan asam azelat

Sifat dari antiradang dan antimikroba dari salep asam azelat ini dipercaya sangat efektif untuk membasmi jerawat sekaligus mencegah jerawat datang kembali. Salep ini juga bermanfaat untuk membersihkan pori-pori, mengurangi resiko luka bekas jerawat, dan mampu menyamarkan noda bekas jerawat. Harga dari salep yang mengandung asam azelat ini berkisar antara Rp. 50.000,- sampai dengan Rp. 300.000,- tergantung jenis dan mereknya.

Namun, salep asam azelat ini sebenarnya sangat jarang rekomendasikan oleh dokter kulit karena cara kerja asam azaleat cenderung lambat untuk mengobati jerawat. Biasanya untuk mempercepat efek dari salep ini, dokter akan mengarahkan bersamaan dengan obat jerawat lain. saat menggunakan obat ini, ikuti dosis dan petunjuk yang diberikan dokter.

Salep asam azelat juga bisa menyebabkan efek samping iritasi seperti kulit kering, terkelupas dan terasa terbakar. Efek samping lain yang jarang terjadi adalah kesemutan, pembekakan, demam, dan sulit bernapas. Jika Anda mengalami gejala-gejala tak biasa selama menggunakan salep ini sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

6. Salep asam hidroksi alfa AHA

Salep untuk jerawat yang terakhir adalah asam hidroksi alfa atau sering disebut Alpha-hydroxy acids (AHA). AHA bekerja membasmi jerawat dengan membuka pori-pori yang tertutup oleh sel kulit mati, bakteri dan minyak (sebum). AHA juga bisa membantu mengecilkan pori-pori di wajah agar kulit menjadi bersih dan tidak mudah berjerawat ke depannya.

Senyawa AHA sebetulnya terbagi menjadi beberapa turunan, yaitu:

  • Hydroxycaprylic acid
  • Lactic acid
  • Malic acid
  • Tartaric acid
  • Citric acid
  • Glycolic acid
  • Hydroxycaproic acid

Dari semua jenis AHA di atas, lactic acid dan glycolic acid adalah kandungan yang paling bagus untuk mengobati jerawat dan minim resiko iritasi dibanding AHA lainnya. Untuk harga berkisar antara Rp. 20.000,- sampai dengan Rp. 200.000,-.

Efek obat jerawat ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan sampai terlihat hasil optimalnya. Pemakaian juga harus konsisten karena jika tidak, maka proses pengobatan tidak membuahkan hasil.

Amankah salep jerawat digunakan oleh ibu menyusui dan wanita hamil?
Membasmi jerawat untuk wanita hamil bisa berbeda dikarenakan banyak obat-obatan yang berisiko terhadap kandungan atau belum diuji apakah aman atau tidak untuk busui dan wanita hamil. Lalu jenis salep yang mana yang aman? Di antara semua salep tersebut di atas, yang paling aman adalah salep jerawat AHA, yang sudah dipastikan dapat digunakan pada wanita hamil dan busui.

Namun Ada baiknya tetap konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum membeli salep jerawat di apotek.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed